Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘another articles’ Category

Apa yang muncul di benak anda ketika melihat gambar yang saya temukan dari sebuah blog ini. I said, So sweet. Sepasang pengantin, seekor babi dan kambing. Seketika saya teringat sebuah quote dari “Putri Cina” sebuah buku karya Sindhunata, yang isinya seperti ini : “Kita datang kedunia ini sebagai saudara/ tapi mengapa kita mesti terikat [...]

Read Full Post »

Tahun 2008 akan segera berakhir dalam hitungan jam, lalu apa saja yang telah dicapai dalam tahun ini ? Untuk menjawab ini, sebagian banyak orang mengukurnya dengan pencapaian – pencapaian yang menempatkan mereka di posisi sosial tertentu. Jabatan, harta, rumah baru, mobil baru, projek – projek besar dll, mereka menutup tahun ini dengan penuh kebanggan.
 
Tapi pernahkah [...]

Read Full Post »

Bagaimana jadinya, bila kita bersyukur atas nama Tuhan untuk anugrah-Nya, tetapi juga menampiknya pada saat yang bersamaan, atas nama agama yang katanya mendasarkan segala ajarannya pada Tuhan. Bukankah ini namanya menelan ludah sendiri. Bagaimana mungkin ini terjadi.
 
Dalam masyarakat kita, hubungan beda agama dianggap sebagai sesuatu yang sangat tabu untuk dilakukan, alasannya sederhana karena ajaran [...]

Read Full Post »

Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan
hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari
ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun
perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai
mencekikku Aku [...]

Read Full Post »

Oleh: Kwik Kian Gie
Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola [...]

Read Full Post »

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid
Beberapa waktu yang lalu,Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sejumlah kalangan sebagai sesat. Segera penulis artikel ini menyanggah hal itu dengan menyatakan kepada media bahwa hendaknya MUI jangan menyatakan siapa pun sebagai sesat.
Kecerobohan seperti diuraikan di atas juga dilakukan oleh MUI Riau, dengan turut menganggap sesat Nasr Hamid Abu Zayd. Alasannya adalah pemikiran [...]

Read Full Post »

Oleh M. Dawam Rahardjo
18/07/2005
——
Sumber terorisme itu sebenarnya berasal dari Keputusan Munas MUI No.
05/Kep/Munas/MUI/1980 tentang fatwa yang menetapkan Ahmadiyah
sebagai “jemaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan”. SK MUI inilah
yang “menghalalkan darah” jama’ah Ahmadiyah. Padahal Ahmadiyah
menganut rukun iman dan rukun Islam sebagaimana umat Islam lain.
——
Indonesia selalu digambarkan sebagai negara dengan pemeluk agama
Islam yang toleran. Toleransi juga diperlihatkan [...]

Read Full Post »