h1

Penderitaan

17 December 2007

“ Pedihnya derita, adalah pecahnya peristiwa,

koyaknya kulit ari yang membungkus kesadaran pengertian”

( Kahlil Gibran )

  Jadi apakah itu derita, mengapa derita itu ada, mengapa dia menimpa ku, bagaimana aku harus menyikapinya? Mungkin itu pertanyaan – pertanyaan yang paling umum ketika seseorang mendapatkan cobaan. Sangat wajar dan sangat manusiawi. Tapi apa sebenarnya yang harus dipahami dari sebuah penderitaan? Itu yang sebenarnya harus kita mengerti.

Derita merupakan sebuah siklus hidup yang harus dilalui,dia merupakan kemestian yang tak terelakkan, semua orang pernah mengalaminya. Lalu kenapa derita itu harus ada, dan mengapa harus jadi sebuah kemestian. Seperti kutipan Kahlil Gibran diatas, penderitaan merupakan pengejawantahan rasa cinta Tuhan kepada hambanya. Dengan penderitaan, Tuhan mengharapkan bahkan memaksa hambanya menjadi manusia yang sejati, manusia yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga pada akhirnya merela layak untuk kembali kepada-Nya. Sama halnya seperi ujian sekolah, sebelum dapat dinyatakan naik kelas, kita harus melalui ujian terlebih dahulu. Naik kelas atau tidak, tetap tergantung manusianya sendiri, bagaimana cara dia menghadapi ujian – ujian, derita – derita yang dihadapkan kepadanya. Tuhan telah memberi kita kesempatan untuk menjadi lebih baik, sudah seharusnya kita memenuhi panggilan cinta-Nya ini dengan cara yang benar.

“Oke, aku mengerti kenapa manusia dihadapkan pada derita, tapi kenapa beban yang harus aku hadapi tidak semudah beban derita yang dihadapi orang lain?”  Dari segi ini beban penderitaan memang menjadi sesuatu yang relatif, cara penerimaan dan latar belakang pemahaman seseorang terhadap sesuatu hal atau masalah akan sangat mempengaruhi penilaian seseorang terhadap beban penderitaan. Seorang murid SD akan merasa sangat kepayahan apabila harus mengerjakan soal ujian UAN yang diperuntukkan bagi murid SMU. Begitu pula derita. Dalam kehidupan yang kita jalani ini, hanya Tuhan yang tahu ada dikelas berapa kita sekarang dihadapan-Nya. Kalau kita SD, kita akan diberi ujian untuk lulus ke SMP, agar kelak kita dapat melanjutkan ke SMU. Ada banyak kekurangan – kekurangan dalam diri kita, setiap manusia tidak memiliki kesamaan, sehingga Tuhan memberikan beban derita yang berbeda – beda pula, agar kita dapat memperbaiki kekurangan – kekurangan pada diri kita, agar kita mendapat pencerahan dan pengertian baru terhadap apa yang sebelumnya tidak kita mengerti.

Terkadang beban penderitaan itu terasa sangat menyesakkan, sangat berat, sehingga kita ingin lari darinya, tidak ingin lagi berurusan dengannya. Orang melakukannya dengan berbagai macam cara, ada yang hanya mengingkari dan menganggapnya tidak ada, hingga bunuh diri. Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi penderitaan ini? Sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini sangat klise dan mungkin kita sudah bosan dan muak mendengarnya. Sabar, ikhlas dan nrimo kalau orang jawa bilang. Hanya itu saja? Tentu saja, tapi dalam menjalaninya tidak pernah semudah menyebut teorinya. Satu kuncinya yang bisa membuat kita semakin sabar dan ikhlas, yaitu membangunkan kesadaran yang mungkin telah lama tertidur, kesadaran akan Tuhan. Kesadaran bahwa semua yang kita hadapi adalah kehendak-Nya, apapun kehendak Tuhan terhadap hambanya, itu karena rasa cinta-Nya, Tuhan tidak akan pernah memberikan beban melebihi dari apa yang bisa hambanya tanggung, kesadaran bahwa Tuhan menginginkan kita jadi manusia yang lebih baik, yang layak berada disisi-Nya kelak. Maka sesulit apapun yang kita hadapi, hadapilah dengan kesabaran, dada yang lapang, dan selalu mintalah kepada-Nya kekuatan untuk menjalani ujian – ujiannya. Bukan dengan  menyalahkan orang lain, keadaan, diri sendiri atau bahkan Tuhan yang jelas – jelas maha penyayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: