h1

Manusia, perbedaan dan konflik

15 January 2008

Yang menggerakan saya untuk menulis tentang ini karena saya melihat banyak bentuk perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat,  baik itu ras, suku, agama, ideologi, ataupun perbedaan – perbedaan lain yang akhirnya hanya menimbulkan perpecahan bahkan permusuhan, dan ini sangat menggangu saya. Saya tak pernah habis pikir, kenapa ada manusia yang tega dan sampai hati menzalimi manusia lain hanya karena manusia lain itu berbeda dengan dirinya.

 
Pada dasarnya manusia itu terlahir berbeda dengan yang lain. Kalaupun ada kesamaan mungkin hanya faktor fisik yang diwarisi dari leluhurnya, dan hanya terjadi pada ruang lingkup yang  sangt terbatas yaitu keturunan. Lalu apabila perbedaan itu adalah kodrati, mengapa sampai ada permusuhan yang didasari perbedaan?

Sejak lahir hingga menjadi manusia dewasa, sadar atau tidak kita manusia sebagai makhluk sosial telah mengalami pengelompokan – pengelompokan, baik secara aktif maupun pasif. Pengelompokan secara pasif yaitu ketika manusia ditempatkan dalam satu kelompok oleh manusia – manusia lain yang merasa mempunyai kekuasaan atasnya, berdasarkan persamaan – persamaan yang mereka buat dan telah disepakati sebelumnya, biasanya hal ini terjadi ketika manusia belum mempunyai kontrol atas dirinya sendiri. Pengelompokan secara aktif adalah, ketika manusia menempatkan dirinya sendiri dalam sebuah kelompok yang dia pilih, karena dianggap mempunyai persamaan dengan dirinya. Pengelompokan berdasarkan fisik (ras dan suku) tidak termasuk kedalam metode pengelompokan diatas.

 
Agama dan kasta ini salah satu contoh hasil pengelompokan pasif, karena agama dan kasta cenderung menjadi hal yang “harus” diwariskan, terutama dalam kebudayaan kita. Contoh dari pengelompokan aktif adalah ideologi, manusia akan secara otomatis mengelompokkan dirinya dengan manusia – manusia lain yang dianggap memiliki pandangan sama atas suatu hal. Lalu apa yang membuat perbedaan – perbedaan itu berubah menjadi sumber perpecahan?

 
Sebuah kelompok, cenderung memiliki doktrin – doktrin internal yang bersifat chauvinis yang awalnya dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan hidup kelompok tersebut. Namun dalam banyak kasus doktrin – doktrin ini malah mendorong manusia – manusia didalamnya menjadi fasis, terlalu menganggap kelompoknyalah yang paling baik, keyakinan ini berkembang kemudian digunakan untuk menghakimi dan menyerang kelompok dan manusia – manusia lain, disinilah awal terjadinya konflik.

 
Ingat Hitler? Dia melakukan pengelompokan berdasarkan ras, dan menganggap rasnya yaitu Arya adalah yang paling sempurna. Doktrin ini dia gunakan untuk memusnahkan ras lain. Atau kasus pemberangusan ideologi komunis beserta manusia – manusia yang meyakininya? Fasisme yang timbul dari doktrin – doktrin dalam kelompok akan selalu merasa tertantang untuk menjadi yang terkuat, dan tidak akan berhenti menunjukkan kekuatannya, ini dilakukan dengan cara menyerang kelompok lain dan membuktikan superioritasnya. Kasus yang masih hangat adalah kasus penyerangan sebuah kelompok agama oleh kelompok agama lain yang merasa paling benar, karena doktrin kelompok penyerang adalah bahwa kelompoknyalah pewaris kebenaran yang hakiki.

 
Seperti itulah penyebab terjadinya konflik yang didasari perbedaan, setidaknya begitulah menurut saya, kalau ada teori lain mohon kesediaannya untuk berbagi dengan saya. Masih menurut saya, yang bisa diterapkan pada diri kita sendiri adalah dengan tidak memilih untuk mengelompokkan diri terutama dengan kelompok – kelompok yang radikal, namun cara yang paling baik untuk mencegah terjadinya konflik berlatar belakang perbedaan adalah dengan menanamkan paham pentingnya toleransi pada generasi muda, sehingga kelak mereka dapat menerima dan menyikapi perbedaan dengan lebih arif. Kita tidak bisa menghalangi proses pengelompokan yang terjadi, karena itu merupakan naluri manusia sebagai makhluk sosial, hanya dengan meningkatkan ambang batas nilai toleransi kita sendiri lah, kita dapat menciptakan tatanan masyarakat yang damai.

Mari kita mulai dari sekarang.

One comment

  1. thats great idea…….

    “gammabatte”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: