h1

Pada siapa kamu jatuh cinta?

15 February 2008

Sebenarnya ide ini bermula dari seorang teman yang “menghakimi” aku bahwa aku tidak pernah benar – benar mencintai orang yang selama ini aku rasa aku cintai dengan tulus. Lancang? Memang, tapi aku yakin dia punya teori yang mendukung pendapatnya itu, meski terkadang aku tidak pernah bisa mengerti apalagi mengikuti cara berpikirnya, jadi aku beri dia kesempatan buat menjelaskan maksudnya.

Menurut dia, aku ga pernah jatuh cinta pada siapapun, kecuali diri sendiri, ego dan prasangka – prasangkaku atas segala sesuatu yang kemudian dikonsumsi oleh AKU sebagai obat penenang. Sadar atau tidak ( kebanyakan tidak ) kita sebenarnya hanya mementingkan diri sendiri. Kenapa AKU mengkonsumsi obat penenang? Manusia secara naluriah berusaha mencari kebahagiaan, rasa nyaman dan ketenangan, kebanyakan dari mereka mencarinya di luar diri mereka sendiri, misalnya harta benda, kekasih, dll.

Ada sebuah kejadian yang dia ambil sebagai contoh, suatu hari salah satu teman kami bertemu dengan mantan kekasihnya, si mantan ini berkali – kali memohon dengan seribu macam rayuan. “Aku cinta kamu, aku ga mau kehilangan kamu”, “Aku butuh kamu”, “Cuma sama kamu hari – hariku bahagia”. Sekarang coba kita analisa kata – kata diatas, semuanya menunjukkan kepentingan si mantan seorang. Hanya kepentingan si mantan. Please lord show her the right way. Ini bukan cinta, bukan teman kami yang dia cintai, tapi dirinya sendiri. Dia tidak mau kehilangan rasa nyamannya, obat penenangnya. Seperti sakau, si mantan ini menjadi gila dan akhirnya menggunakan kekerasan, dia memukul dan menendang teman kami yang katanya dia sayang. Inikah yang namanya cinta? Sayang? BULLSHIT!!! What a crap!! Go to hell !! ( maaf terbawa emosi ). Dia cuma sayang pada dirinya sendiri!

Jadi selama ini dia anggap aku, memanipulasi kenyataan yang sering kali ga aku sadari, memanipulasi orang yang aku rasa aku cintai dengan tulus, hanya untuk kepentingan ego aku semata. Ada lagi kasus yang dia ambil, sahabat kami mergokin kekasihnya sedang jalan mesra dengan orang lain, dalam keadaan marah sahabat kami bilang “Kenapa kamu kecewain aku? Selama ini aku percaya ma kamu”. “Selama ini aku percaya sama kamu”, sebenarnya dia tidak pernah percaya pada siapapun, dia hanya percaya pada anggapan dia mengenai kekasihnya itu, bukan kekasihnya yang dia percaya. Ini ego yang berbicara.

**Bingung** Jadi aku ini jatuh cinta pada siapa? Apapun yang dia bilang, aku tetep yakin kalo aku mencintai dia yang aku cintai selama ini dengan tulus, bukan seperti yang dia tuduhkan. Namun jujur aku akui, ada ego yang membuatku tidak ingin kehilangan dia dan rasa nyaman yang dia berikan. Dalam hal ini sepertinya kita harus maklum, karena kita manusia sebagai makhluk sosial akan selalu bergantung pada orang lain, baik fisik, psikologis, ataupun emosi.

Kalo kamu? Siapa yang kamu cintai ?

2 comments

  1. Menangisi diri sendiri karena kenyaman yang dimilikinya menghilang dari genggaman. Padahal mana sebenarnya yg di aku-aku milik AKU. nothing. Memberikan apa yang kita miliki dengan tulus, ikhlas, tanpa pamrih itu jelas sangat sangat tidak mudah. Cinta yang sebenarnya adalah perasaan dimana kita selalu memberi, memberi dan memberi tanpa pamrih.


  2. dimanakah gerangan engkau cinta?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: