h1

Pilkada Jabar dan Nurani

12 March 2008

Pilkada Jabar sebentar lagi akan dilaksanakan, berbagai cara dilakukan oleh para cagub dan pasangannya untuk menarik simpati masyarakat untuk memilih mereka. Mulai dari penempelan poster – poster yang menurut saya tidak lebih dari perbuatan mengotori lingkungan, penjualan sembako murah yang hanya dilakukan pada masa kampanye, kunjungan ke daerah – daerah bencana, hingga memasang iklan di surat kabar daerah dan nasional. Satu yang tidak pernah saya lihat dalam kampanye mereka yaitu debat terbuka, jangankan itu visi da misi mereka saja tidak jelas, isinya hanya serangkaian kata – kata klise yang ideal. Pelaksanaannya? Jangan tanya, dapat dipastikan itu hanya janji belaka, seperti pada kampanye lain.

Di salah satu surat kabar nasional bahkan menyatakan bahwa para cagub ini tidak punya konsep yang jelas untuk membangun Jabar. Sepertinya pilkada ini hanya digunakan untuk menempatkan orang – orang yang secara politik dianggap pantas untuk mengisi kekosongan jabatan. Pada akhirnya pilkada berubah menjadi lahan perebutan oleh pihak – pihak yang mempunyai kepentingan politik dan ekonomi atasnya. Mereka hanya mendambakan kuasa, demi diri pribadi dan kelompoknya, bukan demi rakyatnya. Dalam menjalankan perannya sebagai gubernur kelak, siapapun yang terpilih nanti, mungkin tidak lebih dari hanya meneruskan pekerjaan harian dari gubernur sebelumnya.

Dalam iklannya di televisi, salah satu Cagub yang kebetulan incumbent berkata “Dengarkan nurani, pilihlah dengan hati”, mendengar itu spontan saya tertawa. Sungguh lucu dia berkata seperti itu, apa hak dia meminta pada rakyatnya, bukankah kita rakyat yang seharusnya berkata “Dengarkan nurani, bekerjalah dengan hati”. Sudahkah incumbent itu bekerja dengan hati? Lihat Jabar sekarang ini, apa yang sudah ia lakukan? Sudahkah ia mensejahterakan rakyatnya? Isu – isu yang seharusnya menjadi pokok perhatiannya seperti kemiskinan, pengangguran, lingkungan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan tata ruang, tidak saya rasakan ada perubahan. Semakin parah, sebagai orang Jabar cuma itu yang bisa saya katakan.

Saya sadar apa yang saya tuliskan ini sangat tidak objective, mungkin ini hanya sebuah bentuk dari kekecewaan yang terakumulasi dan telah lama terpendam, sehingga saat ini saya telah kehilangan kepercayaan pada hal – hal yang berbau politik, termasuk juga pilkada. Karena pada kenyataannya setelah berganti – ganti pemimpin (bila layak disebut begitu) pun kesejahteraan dan pendidikan masyarakat masih tidak ada perubahan, masih saja ada yang mati karena kelaparan, masih saja ada yang buta huruf.

Sekarang bukan saatnya mengharapkan perubahan dari janji – janji surga cagub – cagub itu, kitalah yang semestinya bergerak melakukan perubahan untuk masyarakat kita, untuk saudara – saudara kita, untuk lingkungan kita. Bagi mereka yang muslim mungkin pernah mendengar “Apabila kita bisa tidur nyenyak karena kenyang, sementara tetangga kita lapar, kita bukan lah seorang muslim”, apabila ini dimengerti dan dipalikasikan secara luas, niscaya kita akan sejahtera, bersama – sama, bukan hanya segelintir orang saja.

Dengarkan nurani, dengan hati lakukan sesuatu untuk saudaramu, sebangsa dan setanah air.

5 comments

  1. Memang kita harus mempertanyakan banyak hal dalam pilkada Jabar 2008 ini.

    Saya setuju dengan kegamangan anda melihat calon2 “pemimpin” Jabar tersebut. Menurut pandangan subjektif saya juga, seluruh rakyat Indonesia umumnya, dan Jabar khususnya, sudah bosan dengan penjabaran visi misi yang serba klise dan tak ada realisasinya.

    Bagaimana mungkin para pemilih, khususnya pemilih pemula bisa yakin dengan pilihan mereka kalau penjabaran visi misi hanya disampaikan dalam waktu 45 menit, itupun hanya di depan anggota2 dewan yang notabene akan “turut bermain” dalam melaksanakan kebijakan2 ke depannya.

    Slogan2 pun hanya menjadi bahan banyolan.

    Mungkin bagi orang2 yang bisa berfikir dengan jernih, slogan2 tersebut tidak lebih dari bahan banyolan para cagub dan cawagub, namun bagaimana dengan para pemilih yang “awam” dan minim pendidikan politik tetapi “dipaksa” turut serta dalam kehidupan politik yang penuh intrik?

    Seperti contoh, pada saat salah satu cawagub yang mantan pesinetron laga sedang “bersosialisasi” di sebuah daerah, banyak ibu2 dan remaja putri yang “menyambut” kedatangan sang mantan dan calon bintang tersebut.

    Jelas sekali ketertarikan para ibu dan remaja putri itu didasarkan pada ketenaran sang cawagub di masa lalu saat masih bisa berjibaku dengan preman2 dalam sinetron2 laga. Dan hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh partai pendukung sang cawagub.

    Saya bisa dengan yakin mengatakan, para ibu dan remaja putri di daerah tersebut awam dengan Pilkada Jabar 2008 dan politik, tetapi mereka dengan senang hati akan memilih cawagub itu karena “kharisma” keartisannya.

    Sepertinya kita sejenis dalam hal kegamangan dan kekecewaan berlebih menghadapi janji2 manis para calon penguasa.

    Maaf kalau pendapat saya berlebihan…just my 5 cent


  2. @ Zhathinenngeurz

    Pendapat Zhathinenngeurz ga berlebihan ko, pengungkapan kenyataan tidak pernah berlebihan..


  3. 1. Buah batu dan moh.toha selalu macet, selama lima tahun tidak pernah ada upaya membuka pintu toll Gede Bage yg ke Majalaya padahal kita bisa prediksi kebanyaka mobil yg bear-besar menuju ke ciparay atawa ke majalaya!
    2. Anda tahu selama ini kami mempero;eh izin dari BKPM,Dep.Perdagangan, Surveyor Indonesa,sucofindo dan banyak lainnya harus melalui Jakarta.
    Mana Otonomi Daerah yg selama ini digembor-gemborkan.
    3. Setiap intansi baik pemerintah atawa swasta sekarang ini sudah bisa akses internet. Kenapa belum ada yg betul2 online.
    Tapi bisanya cuma inggikline ( jalan kaki menuju tempat)
    4. Kenapa Citarum masih suka meluap.

    Cape deh!


  4. btl bgt ap yang dipaparkan di atas.
    Saya ingin mengkritisi hal yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat yaitu mengenai kemiskinan, pengangguran, lingkungan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan tata ruang.Itu semua masih di bawah standard.Jika di hubungkan dengan Visi&Misi Cagub-Cawagub, selama ini tidak ada yang bisa merealisasikan sepenuhnya tentang masalah pokok itu, yang ada apa?”Korupsi”dimana2. Itu berarti bahwa tidak hanya Visi&Misi Cagub-Cawagub saja,tetapi juga Hati Nurani Mereka juga Patut dipertanyakan: Apakah Benar2 seuai dengan hati Nurani Mereka Menjadi Cagub-Cawagub? Atw hanya “Ambisi” saja yang membawa mereka utuk Mencalonkan Diri Menjadi Cagub-Cawagub?
    TEntunya Qt sebagai Warga JaBar jgn dapat “tertipu” dengan Sloggan2 yang yg diUmbarnya,tapi juga pilih pemimpin yang mempunyai kapasitas “Extra” dan sesuai dengan kebutuhan Warga JABAR sekarang ini..


  5. Apatisme lebih berbahaya daripada realitas itu sendiri, bagaimana kita bisa menjalani hidup ini tanpa mimpi, apakah mimpi itu bisa terealisir atau tidak, itu masalah lain. tetapi jangan berhenti bermimpi, karena mimpi itu juga menjadi motivasi dalam menghadapi hidup yang makin berat ini, Pilkada masih merupakan hal baru, masih dalam proses, mari kita dorong untuk menjadi lebih baik. sadarkan teman, saudara dan handai tolan, bahwa Pilkada adalah salah satu yang paling mungkin dalam memperbaiki situasi dan kondisi bernegara saat ini. Bila suara kita menjadi penentu dan lebih terdengar oleh para pemimpin, tentu mereka akan lebih memperhatikan aspirasi kita.
    Memang system masih belum sempurna dan perlu kesabaran dan positive thinking dalam menghadapinya, mari kita sempurnakan dengan cara sederhana, misalnya kita turut mengawasi jalannya pemilihan secara jujur di sekitar lingkungan kita.
    Siapa lagi yang akan memperbaiki negara kita ini, kecuali kita sendiri.

    Salam,
    http://www.jabaraman.com



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: