h1

Kekerasan atas nama agama

3 June 2008

Kekerasan atas nama agama bukanlah hal baru dalam riwayat perjalanan agama – agama dunia. Kekerasan tidak hanya terjadi antar pemeluk agama yang berbeda, benturan – benturan yang berujung kekerasan juga terjadi pada mereka yang memeluk agama yang sama. Sebut saja agama – agama besar dunia misalnya Islam, Protestant, Katolik, Hindu, Budha semuanya pernah mempunyai sejarah akan kekerasan.

Kekerasan atas nama agama berangkat dari perbedaan dalam memahami kitab suci, Tuhan, agama itu sendiri. Pebedaan – perbedaan pemahaman yang bermula dari ahli – ahli tafsir, ulama – ulama, para ahli kitab( dalam berbagai agama, hanya mereka yang berhak menafsirkan kitab suci )ini kemudian meluas ke akar rumput, yang kemudian melahirkan fanatisme – fanatisme sektarian dan semakin melembaga.  Fanatisme dan ketiadaan pemahaman tentang esensi beragama dan berTuhan pada level akar rumput inilah, yang membuat pemeluk agama melihat agama lain dari kacamata kepicikan yang sempit, sehingga cenderung merendahkan agama lain atau tafsir agama yang berbeda. Bagi mereka, tindakan atas nama agama tidak pernah salah, karena Tuhan dan kebenaran adalah monopoli mereka.

Bila seluruh pemeluk agama dari seluruh agama yang ada itu sadar akan kesamaan esensi beragama yaitu memperjuangkan prinsip – prinsip agung, dan berupaya menyamai akhlak Tuhan sebatas kemampuan manusia, mungkin tidak akan terjadi kekerasan atas nama agama. Mengingat manusia diciptakan dari komposisi tanah yang berbeda, dilahirkan di lingkungan sosial dan tadisi yang berbeda, maka perbedaan adalah sesuatu yang wajar, dan tidak perlu dipersoalkan. Apalagi dalam sebuah negara yang dihuni oleh berbagai macam agama. Kalau hanya mementingkan ego, dan memikirkan siapa yang paling benar dan siapa yang paling pantas hidup dimuka bumi, maka manusia tidak akan pernah berhenti berperang.

Negara membutuhkan kedamaian dan kerjasama yang baik antar umat beragama, untuk membangun peradabannya, karenanya kejadian seperti di monas hari minggu lalu, tidak boleh ditolelir, karena tentunya kita tidak mau terjebak dalam peradaban primitif seperti itu. Kekerasan yang ditujukan untuk mengeliminasi perbedaan akan merusak nilai – nilai kemanusiaan yang terkandung dalam agama itu sendiri.

Marilah pahami esensi beragama dan ber TUhan, bersama kita wujudkan peradaban yang akan membuat bangga para founding father kita, peradaban yang akan ‘mencuri perhatian dunia’ (Dedy Mizwar).

3 comments

  1. Inilah tanda dunian kian ke penghujungnya …


  2. Pada awalnya, semua agama yang diturunkan Tuhan ke dunia ini mempunyai satu inti, TAUHID!
    Kemudian, inti agama itu rusak karena manusia mulai menuhankan sesuatu yang ada di dunia.
    Agama sejati tidak hanya mengatur urusan individu, namun juga masyarakat dalam setiap aspek.
    Karena itu, barang siapa yang menjaga kemurnian agamanya seperti pada saat diturunkan di

    dunia ini adalah orang-orang yang mendapat keselamatan.
    Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan keselamatan kepada kita semua.

    [1ND0N3S14_90_KH1L4F4H]
    [“Begin The Revolution with Basmallah”]


  3. semua itu salaaaaah… semua itu rekayasa… dn dalangnya para kapitalis dunia serta amerika serikat si oportunis mengambil ikan di air keruh…
    dunia tentram jk amerika istirahat dn freeport d kembalikan ke pangkuan indonesia tercinta…
    siapapun yg melakukan kekerasan d indonesia adlh antek amerika serikat termasuk imam samodra dn kawan2nya yg pura2 benci amerika… amerika tau kultur bangsa indonesia yg mudah kasih.. mk di cari muka dengan rela di umpat oleh antek2nya… ingat sekali Pancasila tetap Pancasila 1 juni



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: