h1

Pencapaianku tahun 2008 ini

31 December 2008

Tahun 2008 akan segera berakhir dalam hitungan jam, lalu apa saja yang telah dicapai dalam tahun ini ? Untuk menjawab ini, sebagian banyak orang mengukurnya dengan pencapaian – pencapaian yang menempatkan mereka di posisi sosial tertentu. Jabatan, harta, rumah baru, mobil baru, projek – projek besar dll, mereka menutup tahun ini dengan penuh kebanggan.

 

Tapi pernahkah kita mencoba bertanya pada diri sendiri, apakah semua pencapaian itu bisa membuat kita merasa sudah menemukan ketenangan hidup, apakah kita sudah bisa tidur dengan nyenyak? Mungkin tidak, kita ini manusia, semakin banyak hal yang kita miliki, semakin besar juga rasa takut untuk kehilangan atas segalanya.

 

Pernahkan kita berfikir, kalau semua hal yang kita capai ditahun ini dan tahun – tahun sebelumnya itu hanya sebuah ilusi yang bersifat sementara dan akan segera hilang dimakan waktu. Jabatan yang sekarang dibangga – banggakan esok hari tidak akan ada apa – apanya karena mungkin kita sudah dianggap tidak produktif lalu di PHK atau dipensiunkan.

 

Satu hal yang bukan ilusi, dipenghujung tahun ini kita semakin bertambah tua, bahkan mungkin dalam hitungan jari saja kita sudah berkepala 4, 5, 6 dan seterusnya. Sekaya atau sebesar apapun kekuasaan kita, kita tidak akan bisa menghentikan proses ini. Ini hukum yang berlaku untuk seluruh manusia, bahkan untuk seluruh isi dunia. Lihat saja Soeharto yang begitu banyak uang dan berkuasa, akhirnya jatuh sakit, pikun dan mati. Pencapaian – pencapaian dimasa hidupnya tidak bisa membantunya untuk bertahan.

 

Berbangga boleh saja, tapi hendaknya disertai juga dengan kesadaran – kesadaran akan kenyataan yang seringkali tidak mau diakui. Entah terlalu menakutkan atau benar – benar tidak ingat. Mungkin terlalu menakutkan untuk ingat bahwa semakin kita mendekati hari kematian, kita semakin tenggelam ke dalam ketidakberdayaan, belum lagi dibebani pikiran pekerjaan rumah untuk menemukan arti hidup yang belum sempat dikerjakan.

 

Setelah bersusah payah mengumpulkan segala hal yang menurut kita bisa mendatangkan bahagia, dengan bekerja super keras bahkan lebih keras dari pekerjaan kuda sekalipun, apakah kita sudah bisa menikmati hidup ini dengan baik ? Pernahkah kita bertanya seperti itu pada diri kita sendiri dan menjawabnya dengan jujur ? Kita bekerja dari pagi sampai larut malam, sampai – sampai tidak ada waktu lagi untuk keluarga yang hanya membutuhkan kehadiran kita diantara mereka, atau bahkan kesehatan pun kita abaikan, untuk apa ? apakah untuk jabatan dan gaji tinggi ? apakah layak hidup kita, keluarga dan kesehatan kita diabaikan untuk sebuah ilusi ? Buat saya harga itu terlalu mahal.

 

Masihkah kita akan menjalani hidup seperti tahun ini dan tahun  – tahun kemarin di tahun depan dan tahun – tahun yang akan datang ? atau kita akan mulai belajar mengembangkan kesadaran untuk lebih menghargai hidup, sehingga dapat menikmatinya dengan baik ? Pilihan tetap milik kita.

One comment

  1. semoga menjadi lebih baik ya .. di 2009 .. aamiin



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: